Kamis, 18 April 2013

perjalanan musafir

Jarak Perjalanan Yang Membolehkan Musafir Untuk Tidak Berpuasa

Tanya :
Jika seseorang bepergian (safar) sejauh 400 km, apakah ia mendapatkan rukhshah (keringanan) untuk tidak berpuasa?
Jawab :
Fadhilatus Syaikh Al-Faqih Dr. Shalih Al-Fauzan hafidzahullah menjawab,

نعم؛ من سافر سفرًا مباحًا مسافة تبلغ أربعة مئة كيلو متر؛ فإنه يجوز له الإفطار؛ لأن هذا أكثر من المسافة المقدرة للإفطار؛ لأن المسافة هي ثمانون كيلو مترًا، فإذا سافر ثمانين كيلو مترًا فأكثر سفرًا مباحًا؛ فإن يجوز له الترخيص للإفطار وقصر الصلاة ‏.
“Iya, barangsiapa yang bepergian (safar) untuk keperluan yang mubah dan telah mencapai jarak 400 km maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Karena ia telah menempuh perjalanan yang lebih dari batas minimal. Batas minimal perjalanan musafir yang diperbolehkan adalah 80 km. Jika ia menempuh perjalanan 80 km atau lebih untuk keperluan yang mubah, diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan mengqashar shalat.”
Diterjemahkan oleh Abul Harits http://islamancient.com/play.php?catsmktba=13064

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar